Startups Archives - UBAYA InnovAction Hub (UIH) https://uih.ubaya.ac.id/category/startups/ Universitas Surabaya Tue, 07 Oct 2025 04:35:19 +0000 en-US hourly 1 5 Mahasiswa Ubaya Lolos P2MW Berkat Parfum Ramah Lingkungan Dauroma https://uih.ubaya.ac.id/2025/09/19/5-mahasiswa-ubaya-lolos-p2mw-berkat-parfum-ramah-lingkungan-dauroma/ Fri, 19 Sep 2025 04:08:12 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=5031 Surabaya – Bau menyengat sisa buah yang menumpuk di belakang kios jus mungkin terasa sepele bagi kebanyakan orang, namun bagi Nicole Olivia Tranggono, itu justru menjadi titik awal lahirnya sebuah gagasan besar. Bersama 4 rekannya, Selena Hans, Christopher Kayne, Fransiskus Hendra Setiawan Roni dan Cloresita Margareta Hawins, mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) itu kemudian melahirkan inovasi parfum ramah lingkungan bernama Dauroma. Dikatakan Nicole, nama Dauroma lahir dari dua kata, yaitu “daur ulang” dan “aroma”. Filosofi sederhana tapi penuh makna, yakni sampah yang tak berguna bisa diubah menjadi sesuatu yang harum dan bernilai tinggi.  “Kami ingin memberikan bukti, bahwa solusi masalah lingkungan bisa lahir dari ide-ide sederhana, bahkan dari kulit buah yang biasanya dianggap tak berharga,” ujar Nicole, Kamis (18/9/2025). Upaya mewujudkan ide ini, dimulai dengan mengumpulkan limbah buah dari UMKM jus sekitar kampus. Kulit apel, mangga hingga pisang dibawa ke laboratorium. “Awalnya, kami sempat ragu apakah kulit buah benar-benar bisa menghasilkan ekstrak yang wangi. Tapi setelah mencoba ekstraksi berulang-ulang, hasilnya mengejutkan,” kenang Christopher. Butuh waktu 2 minggu penuh untuk menciptakan parfum. Dari penyaringan ekstrak, pengolahan komposisi hingga tahap pematangan aroma (maceration). Mereka harus berkutat dengan botol-botol kecil, mencatat takaran, bahkan mencium aroma berulang kali sebelum yakin hasilnya pas. “Ada momen ketika aroma yang keluar malah tidak enak sama sekali. Rasanya mau menyerah, tapi justru di situlah kami belajar paling banyak,” tambah Selena. Dari berbagai uji coba, akhirnya lahir beberapa jenis aroma yang kemudian diberi nama yang khas. Aroma apel diberi nama Talya, mangga Ashbel, dan pisang Ertz. Nama-nama itu, mereka pilih bukan hanya untuk memberi identitas, tetapi juga agar setiap botol membawa cerita tersendiri. “Kami ingin orang yang memakainya merasa punya hubungan emosional dengan aroma, seolah ada cerita di baliknya,” kata Cloresita. Parfum ini telah diuji, dan aromanya mampu bertahan lebih dari 8 jam saat digunakan. Lebih penting lagi, Dauroma menjadi bukti bahwa inovasi bisa bersahabat dengan lingkungan. Didampingi dosen pembimbing, Adhika Putra Wicaksono, M.M, serta binaan Ubaya InnovAction Hub (UIH), karya ini akhirnya lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Pencapaian yang membuat kelima mahasiswa itu semakin yakin melangkah. “Harapan kami, suatu hari Dauroma tidak hanya harum di tubuh penggunanya, tapi juga harum di hati masyarakat, karena berhasil mengurangi limbah dan memberdayakan orang-orang di sekitarnya,” tutur Fransiskus. Sumber: https://surabaya.tribunnews.com/surabaya-metro/1914820/5-mahasiswa-ubaya-lolos-p2mw-berkat-parfum-ramah-lingkungan-dauroma?page=all&s=paging_new

The post 5 Mahasiswa Ubaya Lolos P2MW Berkat Parfum Ramah Lingkungan Dauroma appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Raih Startup Terbaik, Mahasiswa Ubaya Bawa Kue Lapis ke Pasar Global, Dapat Beasiswa Bisnis ke Tiongkok https://uih.ubaya.ac.id/2025/06/22/raih-startup-terbaik-mahasiswa-ubaya-bawa-kue-lapis-ke-pasar-global-dapat-beasiswa-bisnis-ke-tiongkok/ Sun, 22 Jun 2025 03:52:16 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=5028 Surabaya –  Siapa bilang kue lapis legit tak bisa mendunia? Dua mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), Patricia Esther Wellyana dan Alodia Ardine Ardiningrum, membuktikan bahwa makanan tradisional Indonesia punya potensi besar untuk menembus pasar global. Melalui brand Avera Cake, keduanya berhasil meraih gelar startup terbaik di program Ubaya Ignite, dan berhak atas beasiswa kewirausahaan ke Tiongkok. Bisnis kue lapis yang mereka rintis sejak 2020 itu kini tak lagi sekadar usaha rumahan. Dengan dukungan dari Ubaya InnovAction Hub (UIH), Avera Cake tumbuh menjadi startup kuliner premium yang menyasar pasar menengah ke atas, lengkap dengan inovasi cita rasa musiman seperti varian khas Natal, Lebaran, dan Imlek. “Bisnis ini awalnya bagian dari pengembangan usaha keluarga, tapi kami kembangkan secara serius dengan pendekatan brand dan segmen pasar yang berbeda. Ketika masuk UIH, kami dapat banyak pendampingan yang membuka wawasan kami soal ekspansi dan inovasi,” ujar Patricia. Tak hanya menyabet gelar startup terbaik, keduanya juga menerima beasiswa bisnis ke Tiongkok yang akan berlangsung Oktober 2025. Beasiswa tersebut mencakup akomodasi, tiket perjalanan, serta pelatihan bisnis dan budaya. Mereka juga dijadwalkan mengunjungi Yiwu International Trade Market—pusat perdagangan terbesar dunia dengan lebih dari dua juta produk—untuk menjalin jejaring mitra dan membuka peluang ekspor. Keberhasilan Avera Cake tak lepas dari pembinaan intensif UIH yang mengelola program Ignite sebagai pengganti skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang kewirausahaan. Direktur UIH Sujoko Efferin menjelaskan, para mahasiswa mendapatkan layanan satu atap mulai dari coaching bisnis, akses pendanaan, kompetisi hibah, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). “Ini bagian dari komitmen Ubaya dalam mencetak wirausahawan muda. Beasiswa ke Cina merupakan hasil kerja sama dengan INTI Surabaya dan Yayasan BAIK Indonesia. Ke depan, tiap angkatan Ignite akan memiliki kesempatan serupa,” jelasnya. Sujoko menambahkan, UIH juga membentuk Entrepreneurship Advisory Board (EAB) yang berisi 20 perusahaan mitra dari berbagai asosiasi seperti CEO Jatim, JCI East Java, EO, dan Apindo. Selain itu, UIH juga memfasilitasi toko offline di International Village Ubaya dan tengah mengembangkan toko online untuk produk-produk mahasiswa. Dengan bimbingan kampus dan bekal kunjungan bisnis internasional, Patricia dan Alodia menargetkan ekspansi pasar yang lebih luas, termasuk Tiongkok. “Kami ingin memahami budaya konsumen di sana. Tujuannya bukan hanya ekspor, tapi juga menciptakan varian baru yang sesuai selera lokal,” kata Alodia. Langkah mereka menandai semangat baru kewirausahaan mahasiswa Ubaya: membumikan inovasi lokal sekaligus menatap peluang global. Dari Surabaya, kue lapis legit kini bersiap melangkah ke pasar dunia. Sumber: https://www.jawapos.com/surabaya-raya/016170784/raih-startup-terbaik-mahasiswa-ubaya-bawa-kue-lapis-ke-pasar-global-dapat-beasiswa-bisnis-ke-tiongkok

The post Raih Startup Terbaik, Mahasiswa Ubaya Bawa Kue Lapis ke Pasar Global, Dapat Beasiswa Bisnis ke Tiongkok appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Rosellacious dan Terra Lolos KMI Expo XV 2024 https://uih.ubaya.ac.id/2024/11/06/rosellacious-dan-terra-lolos-kmi-expo-xv-2024/ Wed, 06 Nov 2024 08:07:25 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4835 Surabaya – Rosellacious dan Terra, dua kelompok usaha mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XV 2024. KMI Expo merupakan pameran kewirausahaan terbesar yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia sebagai puncak kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek. KMI Expo XV 2024 diikuti sebanyak 627 kelompok usaha mahasiswa dari 284 perguruan tinggi Indonesia yang digelar selama tiga hari, mulai 23-25 Oktober 2024 di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Kedua kelompok usaha yang berhasil mengikuti KMI Expo XV 2024, yaitu Rosellacious yang berasal dari tahapan usaha awal dengan kategori usaha makanan dan minuman, serta Terra yang berasal dari tahapan usaha bertumbuh dengan kategori usaha manufaktur dan teknologi terapan. Rosellacious merupakan usaha donat panggang rendah kalori yang mengandung bubuk bunga Rosella dengan toping yoghurt dan buah-buahan segar kaya akan vitamin. Tim Rosellacious terdiri dari lintas fakultas, yaitu Windi Riski Anita dari Fakultas Teknik dan Ni Komang Ayu Liska Saptyani, Dinda Oktaviani, Syannisa Eldisa, serta Dela Tobita Sari dari Fakultas Psikologi UBAYA. Rosellacious dibimbing oleh Ananta Yudiarso selaku Dosen Pendamping sekaligus Dosen Fakultas Psikologi UBAYA, serta Rudy Hendrata selaku Coach Praktisi Bisnis sekaligus CEO Madame Chang. Sementara itu, Terra merupakan usaha di bidang industri pengemasan atau packaging dengan menggunakan kertas daur ulang dan limbah jerami padi sebagai bahan baku utama dalam pembuatan produk. Terra berhasil mengembangkan varian produk berupa sedotan ramah lingkungan selama mengikuti kegiatan P2MW 2024. Pada kesempatan ini, Terra juga berhasil membawa pulang piagam penghargaan Juara Harapan II dalam Kategori M-Reels (Video Pemasaran Produk). Tim Terra terdiri dari Michael Johnson, Michael Santoso, serta Angelique Fillia Clarissa dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika UBAYA. Terra dibimbing oleh Prita Ayu Kusumawardhany selaku Dosen Pendamping sekaligus Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika UBAYA, serta Jonathan Kartawijaya selaku Coach Praktisi Bisnis sekaligus Managing Director dari PT Intidaya Dinamika Sejati.     Keberhasilan dua kelompok ini tidak lepas dari dukungan penuh dari Ubaya InnovAction Hub (UIH) sebagai unit pengelola kewirausahaan dan inovasi di UBAYA. Dalam pelaksanaannya, UIH bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Kemahasiswaan (DPK) mulai dari administrasi pendaftaran hingga perlengkapan yang dibutuhkan selama KMI Expo XV 2024 berlangsung. Selain itu, UIH juga memberikan pembekalan dengan pembinaan intensif melalui kegiatan mentoring dan coaching bersama dosen pendamping maupun coach praktisi bisnis sesuai dengan bidang usaha masing-masing kelompok usaha. “Partisipasi KMI Expo tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan mahasiswa UBAYA, tetapi juga sebagai kesempatan mereka untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi dengan pelaku usaha atau mahasiswa lainnya di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBAYA memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan kewirausahaan nasional. Semoga keberhasilan ini bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan meraih mimpi di masa depan,” tutup Prof. Sujoko Efferin, Ph.D. selaku Direktur Ubaya InnovAction Hub (UIH). (fmd)

The post Rosellacious dan Terra Lolos KMI Expo XV 2024 appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
UIH Dukung Surabaya Jadi Kota Layak Anak Bersama CEO Jatim dan UNICEF https://uih.ubaya.ac.id/2024/08/02/uih-dukung-surabaya-jadi-kota-layak-anak-bersama-ceo-jatim-dan-unicef/ Fri, 02 Aug 2024 09:00:09 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4534 Surabaya – Ubaya InnovAction Hub (UIH) ikut bagian dalam mendukung program CEO Jatim bersama UNICEF mewujudkan masa depan yang baik bagi anak-anak di Surabaya. Aksi dukungan ini diwujudkan dengan keterlibatan Prof. Sujoko Efferin, Ph.D. selaku Direktur Ubaya InnovAction Hub (UIH) sebagai moderator dalam CEO Insight bertajuk “An Evening Together to Shape the Future” yang dilaksanakan di Hotel DoubleTree by Hilton, Surabaya, Rabu (31/7/2024). Guru besar Akuntansi Universitas Surabaya (UBAYA) ini memberikan apresiasi atas kerja sama yang dilakukan CEO Jatim bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan UNICEF. Ia menjelaskan bahwa CEO Jatim merupakan organisasi yang berisi para pengusaha di Jawa Timur yang memiliki jiwa sadar serta peduli terhadap kesejahteraan anak sebagai penerus dan pemimpin masa depan. Menurutnya, United Nations Children’s Fund atau biasa disebut UNICEF memiliki visi Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030 sehingga membutuhkan kolaborasi tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dunia usaha untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. “Dengan dukungan dunia usaha, dalam hal ini diwakili oleh CEO Jatim maka kemungkinan untuk menciptakan sustainability dalam bidang bisnis maupun sosial dan lingkungan hidup akan lebih besar. Di sini CEO Jatim memainkan peranan penting sebagai wakil dari dunia usaha untuk bermitra dengan UNICEF,” sambungnya. Prof. Sujoko Efferin, Ph.D. mengungkapkan jika UIH sebagai unit pengelola kewirausahaan dan inovasi di UBAYA telah membina serta menghasilkan beberapa startup yang memiliki well-being anak-anak. Misalnya, boardgames dalam mengedukasi anak, permainan kartu yang bisa membangun kearifan lokal untuk anak-anak, dan masih banyak yang lain. Ia berharap startup binaan UIH dapat memahami tujuan dari sustainability sehingga semakin banyak startup yang akan memperhatikan permasalahan lingkungan hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat. Hal ini sejalan dengan filosofi UIH dalam mengembangkan model bisnis berbasis LOVE (Local wisdom, Omniconnectivity, Virtue, dan Ecological Harmony). “Dewasa ini semakin banyak startup yang membangun bisnis berbasis sustainability, seperti ramah lingkungan dan sosial. Ramah sosial erat kaitannya dengan misi UNICEF untuk child protection, jadi kita diajak untuk membangun bisnis yang bisa berkontribusi bagi pendidikan dan perlindungan anak-anak,” papar dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi Ubaya. Disamping itu, Jhonny Thio Doran selaku Ketua Entrepreneurship Advisory Board (EAB) Ubaya dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) CEO Jatim menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah, NGO, dan dunia usaha. Melalui kolaborasi dengan UNICEF, CEO Jatim berkomitmen untuk meningkatkan alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) pada program yang berfokus pada anak. “Kami sangat peduli dengan masa depan anak. Tentu kami ingin ikut mengembangkan bibit-bibit unggul untuk meneruskan pembangunan Kota Surabaya. Jadi kami akan berkolaborasi dengan UNICEF untuk memastikan CSR kami dapat dialokasikan secara efektif pada program peduli anak,” tutup Jhonny Thio Doran, CEO JETE Indonesia. (fmd)

The post UIH Dukung Surabaya Jadi Kota Layak Anak Bersama CEO Jatim dan UNICEF appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
UIH Perkuat Fondasi Bisnis P2MW 2024 Bersama Sevenpreneur https://uih.ubaya.ac.id/2024/07/02/uih-perkuat-fondasi-bisnis-p2mw-2024-bersama-sevenpreneur/ Tue, 02 Jul 2024 08:13:27 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4404 Surabaya – Tujuh kelompok usaha mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) berhasil lolos mendapatkan pendampingan serta pendanaan dalam program pembinaan mahasiswa wirausaha (P2MW) 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemendikbud Ristek RI. Ubaya InnovAction Hub (UIH) sebagai unit pengelola P2MW turut aktif mendampingi dan mengembangkan usaha mahasiswa dengan menghadirkan berbagai macam kegiatan menarik dan inspiratif. Salah satunya ialah One Day Workshop – Business Blueprint Program bersama Joe William Wartono selaku Head of Academy at Sevenpreneur yang diadakan secara luring di Ubaya West Campus, Sabtu (29/6/2024). Fransiska Mayanti Deviana, S.I.Kom. selaku Manajer Kemitraan dan Pengembangan Pasar UIH mengungkapkan jika setiap tahun peserta yang lolos P2MW dari UBAYA selalu mengalami peningkatan. Hal ini merupakan bukti nyata keberhasilan ekosistem startup yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan dosen UBAYA yang mendorong minat serta antusiasme mahasiswa dalam mengikuti perlombaan kewirausahaan. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan P2MW tahun ini diikuti sebanyak 32 mahasiswa dari lintas program studi mulai 6 Mei hingga 30 September mendatang. “Kegiatan workshop ini merupakan salah satu kolaborasi UIH dan mitra dalam rangka mendukung ekosistem kewirausahaan dan inovasi di Indonesia. Kami berharap para peserta dapat belajar berbagai aspek fundamental penting dari Sevenpreneur untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya agar berkelanjutan dan kompetitif. Semoga dengan adanya program ini mahasiswa memperoleh wawasan, keterampilan, dan inspirasi yang dapat diterapkan pada bisnisnya masing-masing,” tandasnya. Peserta yang hadir dalam workshop didominasi oleh tujuh kelompok usaha P2MW 2024 yaitu Nusantara Kukis, Chill in Baked, Rosellacious, Majènganarèka, BlackDew.id, Visionary Vids, dan Terra Wrap. Disamping itu, juga hadir peserta lain dari Ubaya Startup Community yang ingin mengikuti workshop bersama Sevenpreneur. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun fondasi bisnis yang kokoh dengan bantuan seven framework dari Sevenpreneur. Seven framework tersebut terdiri dari founder’s foundations, business idea, research & validation, product design, sales & marketing, operations & finance dan growth & beyond. Pada kesempatan ini, peserta juga mengerjakan business blueprint canvas dan melakukan presentasi di depan narasumber. “Sevenpreneur percaya bahwa wirausaha itu diciptakan, bukan dilahirkan, dan siapa pun dapat mempelajari keterampilan yang mereka perlukan untuk menjadi sukses. Di balik setiap bisnis besar terdapat perencanaan yang baik dan visi yang hebat. Saya melihat peserta P2MW UBAYA punya semangat wirausaha yang tinggi. Kami (Sevenpreneur) siap 100 persen menyukseskan program kewirausahaan dan inovasi di UBAYA,” ujar Joe William Wartono. Sebagai informasi, peserta P2MW tahun ini terbagi menjadi kelompok usaha tahap awal dan tahap bertumbuh dengan kategori usaha yaitu 1) makanan dan minuman; 2) jasa, pariwisata, dan perdagangan; serta 3) manufaktur dan teknologi terapan. Selama mengikuti P2MW 2024, peserta mendapat bantuan dana pengembangan, pendampingan, dan pelatihan usaha. Bantuan pendanaan P2MW dibagi menjadi dua bagian yaitu dana manajemen dan pengembangan usaha mahasiswa. Total pendanaan yang diperoleh tujuh kelompok usaha UBAYA tahun ini sebesar Rp 94.910.000,00. (fmd)

The post UIH Perkuat Fondasi Bisnis P2MW 2024 Bersama Sevenpreneur appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Pemilik Gartenhutte Trawas Mojokerto Beri Nilai Tambah Warga Sekitar https://uih.ubaya.ac.id/2023/12/08/pemilik-gartenhutte-trawas-mojokerto-beri-nilai-tambah-warga-sekitar/ Fri, 08 Dec 2023 06:26:26 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4017 Malang (beritajatim.com) – Elang Yudha Waskita pemilik Gartenhutte Trawas Mojokerto ini memiliki jiwa sosial yang tinggi. Melalui usaha yang dibangun, ia berupaya untuk memberikan pengetahuan dan menambah penghasilan bagi warga. Bisnisnya ini dimulai sejak ia duduk di bangku kelas satu SMA hingga saat ini, kuliah semester 3 di Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Surabaya (UBAYA). “Saya fokus kepada upaya pengembangan kafe dan bagaimana caranya agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Elang. Pria asal Mojokerto ini mengaku, melalui usaha kafenya yang terletak di kawasan Trawas ini, ia memiliki banyak pengalaman dan pelajaran. “Saya membangun usaha dari nol dengan modal tidak besar. Saya mencari cara dan menyusun strategi bagaimana bisa mengembangkan usaha,” kata dia. Apalagi, kafe yang diberi nama Gartenhutte ini menyerap tenaga kerja lokal. Tentunya, ini juga bukan hal mudah. “Saya berupaya agar bisa menyerap tenaga kerja lokal dan bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar. Selain itu, kami juga sempat mengundang juru masak hingga barista agar mereka semua bisa belajar dan menambah keterampilan,” kata dia. Pada kesempatan tersebut, pria yang masih berusia 19 tahun ini memberikan motivasi kepada anak muda agar terus bersemangat dalam membuat inovasi. “Pokoknya jangan takut untuk memulai bisnis sejak dini, karena dengan pengalaman kita pasti bisa sukses dan berkembang,” tandas Elang. (ted) Sumber: https://beritajatim.com/siapa-dia/pemilik-gartenhutte-trawas-mojokerto-beri-nilai-tambah-warga-sekitar/

The post Pemilik Gartenhutte Trawas Mojokerto Beri Nilai Tambah Warga Sekitar appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Dua Dosen Ubaya Jadi Narasumber InnovTalks Kemendikbudristek https://uih.ubaya.ac.id/2023/11/21/dua-dosen-ubaya-jadi-narasumber-innovtalks-kemendikbudristek/ Tue, 21 Nov 2023 03:05:29 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4412 Dua dosen Universitas Surabaya (Ubaya), Prof. Sujoko Efferin, Ph.D. dan Dr. apt. Oeke Yunita menjadi pembicara pada seminar InnovTalks. Seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) ini diadakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat, 17 November 2023. Dalam paparannya, Prof. Sujoko, menyampaikan materi tentang kepemimpinan dalam ekosistem digital. Ia menyebut, bangkitnya ekosistem digital di seluruh dunia telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, berbelanja, mencari hiburan, dan berbagai aktivitas lainnya. Investasi masa depan Indonesia memang diperlukan untuk membangun infrastruktur dan hardware serta software. Namun menurutnya yang lebih mendasar adalah membangun leadership mindset. Direktur Ubaya InnovAction Hub (UIH) itu mengatakan ditunjuknya Ubaya pada acara ini berkaitan dengan keberhasilan program MBKM Matching Fund melalui UIH. Ubaya mendapatkan pendanaan Matching Fund dari Kedaireka untuk program “Youth Empowerment Through Digitalpreneurship” dengan mitra industri. Program ini dipilih dan dipresentasikan dalam InnovTalks Merdeka Summit 2023. “Inovasi yang dibuat Ubaya dinilai inspiratif dalam membangun resiliensi ekonomi dan sosial Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Program “Youth Empowerment Through Digitalpreneurship” meliputi life skills, pengembangan digitalpreneurship, mentoring dan coaching yang melibatkan dosen dan pengusaha, serta festival kewirausahaan. Hasilnya adalah munculnya banyak perintis startup mahasiswa Ubaya yang berhasil memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai penjualan, produk-produk inovatif, creative digital content, dan berbagai jenis Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). “UIH akan terus bekerjasama dengan pemerintah dan dunia usaha dalam memberdayakan kaum muda khususnya mahasiswa Ubaya untuk menjadi digitalpreneur yang berhasil. Generasi milenial adalah masa depan Indonesia dan inovasi mereka akan menjadi landasan tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. Sumber: https://www.ngopibareng.id/read/dua-dosen-ubaya-jadi-narasumber-innovtalks-kemendikbudristek

The post Dua Dosen Ubaya Jadi Narasumber InnovTalks Kemendikbudristek appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Gartenhutte Mojokerto, Kafe Kece yang Berdayakan Warga Lokal https://uih.ubaya.ac.id/2023/11/20/gartenhutte-mojokerto-kafe-kece-yang-berdayakan-warga-lokal/ Mon, 20 Nov 2023 04:45:29 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4010 Malang (beritajatim.com) – Inovasi yang dilakukan anak muda Indonesia seolah tak ada habisnya. Seperti yang dilakukan oleh Elang Yudha Waskita, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (UBAYA). Meski masih berusia 19 tahun, ia memiliki jiwa kemanusiaan yang cukup tinggi bagi usahanya. Sekitar tahun 2020, pria asal Mojokerto ini mendirikan coffee shop di kawasan Trawas. Dimana, saat itu, pandemi Covid-19 sedang mewabah. Saat itu, ia juga diberi support oleh ayah dan kakaknya. “Saat itu, masa pandemi, banyak orang-orang sekitar yang terkena pandemi. Berkat dorongan orang-orang sekitar dan juga keluarga, saya kemudian terpikir untuk membuat usaha bernama Gartenhutte,” jelas Elang. Pria berzodiak pisces ini menguraikan, usahanya tersebut mengusung konsep pemberdayaan masyarakat. Menu yang dijual merupakan hasil masakan warga sekitar. “Karyawannya 100 persen masyarakat Trawas dan saat ini berjumlah 70 orang. Selain itu, kami juga menyajikan pemandangan alam dengan view pegunungan yang cantik,” kata mahasiswa semester 3 ini. Tak hanya itu, Elang menambahkan, pihaknya juga membuat pelatihan khusus bagi petani kopi. “Tujuannya, agar petani kopi tersebut mendapat pengetahuan dan kopinya bisa diolah. Sehingga, di kafe tersebut, bisa merasakan kopi khas. Sekaligus agar banyak orang bisa lebih mengenal kopi special kami,” papar dia. Saat ini, Elang mengaku sedang melakukan upaya untuk pengembangan usahanya. Seperti perluasan lahan hingga membuka playground. “Saat ini, kami fokus untuk pengembangan di lokasi lebih lanjut dan tidak berhenti berinovasi. Agar mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya,” imbuh dia. Meski di awal usahanya sempat mendapat tantangan. Misalnya, akses jalan yang sempit hingga kawasan banyak hama, tak menyurutkan semangat Elang untuk memberikan kontribusi positif pada kawasan tempat tinggalnya. Ia berharap, melalui usahanya itu, bisa memberikan pelatihan. Khususnya, juga untuk warga sekitar agar bisa berinovasi untuk mengembangkan peluang peluang usaha yang berpotensi di Gartenhutte. Belum lama ini, kata Elang, Gartenhutte mendapat penghargaan dari Bupati Mojokerto melalui MajaFest dengan kategori kafe terfavorit. Ia juga berhasil lolos mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023 dan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XIV 2023 yang dihelat oleh Kemendikbud Ristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). “Mudah-mudahan, usaha ini bisa bertambah besar dan ramai. Sekaligus, harapannya, bisa memberikan support kepada pemerintah setempat untuk pemberdayaan masyarakat,” tandas dia. (ted)   Sumber:  https://beritajatim.com/gaya-hidup/gartenhutte-mojokerto-kafe-kece-yang-berdayakan-warga-lokal/

The post Gartenhutte Mojokerto, Kafe Kece yang Berdayakan Warga Lokal appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Maria Lystia Candrawati, Belajar Pengalaman Hidup dari LN Trans https://uih.ubaya.ac.id/2023/10/18/maria-lystia-candrawati-belajar-pengalaman-hidup-dari-ln-trans/ Wed, 18 Oct 2023 08:10:10 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=3987 Malang (beritajatim.com) – Setiap orang memiliki pengalaman dan perjalanan hidup masing-masing. Mereka kerap mengambil berbagai pelajaran berharga dari hal-hal yang dihadapi. Seperti yang dilakukan oleh Maria Lystia Candrawati. Perempuan asal Surabaya ini memiliki hidup yang berkecukupan. Namun, ia nekat membangun usaha LN Trans mulai dari nol tanpa asupan dana dari kedua orang tuanya. “Berawal dari masa pandemi Covid-19. Saya dan kakak saya merasa nganggur dan bosan di rumah. Akhirnya mencoba buka usaha dengan memanfaatkan peluang yang ada,” kata perempuan berusia 23 tahun ini. Saat itu, Maria dan kakaknya mengaku mendapat peluang bisnis dari Romo di gereja. Saat itu, Romo tak bisa mengirimkan hasil panen lantaran ongkos kirim (ongkir) yang cukup tinggi. “Awalnya, kami berusaha untuk memberikan solusi kepada Romo. Sejak saat itu, dari mulut ke mulut, usaha kami mulai banyak dikenal,” papar mahasiswi psikologi Ubaya ini. Saat membangun bisnisnya, Maria mengaku justru mendapat pengalaman yang berharga. Dari yang awalnya ia berasal dari keluarga berada dan serba mudah, ia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan. “Sehari-hari, semua yang saya lakukan serba mudah kalau di rumah. Namun, saat membangun bisnis, harus menyesuaikan diri dan berinteraksi langsung dengan banyak orang, dengan sifat, karakter dan umur yang berbeda-beda,” kata dia. “Kami sudah melakukan pengiriman ke Sidoarjo, Labuan Bajo dan Kupang. Kami menargetkan jangkauan pasar pebisnis dan membantu mereka mengirimkan barang dengan harga yang murah,” sambung dia. Selain itu, bisnis tersebut juga mengajarkan Maria untuk menghargai setiap rupiah yang dihasilkan. “Saya belajar untuk menghargai uang, sekecil apapun, Misalnya, uang Rp 10 ribu itu dapatnya susah,” ujar dia sambil terkekeh. Apalagi, ia juga mendapat dukungan dari kampusnya untuk mendapatkan mentoring dan pelatihan pengembangan bisnis melalui Ubaya InnovAction Hub. “UIH memfasilitasi saya dengan program MBKM Kewirausahaan Komprehensif dan memberikan saya coach praktisi yang mendampingi saya untuk mengembangkan bisnis. Melalui pendampingan dan pendanaan dari program tersebut, akhirnya kegiatan produksi dan omzet kami meningkat, serta sampai hari ini market produk kami menjadi lebih luas dari sebelumnya,” kata dia. Meski demikian, Maria mengaku sangat senang menjalankan bisnisnya tersebut, Sebab, ia bisa bertemu banyak orang. “Serta, membantu teman-teman yang kurang mampu dengan memberikan lapangan pekerjaan hingga membantu perekonomian teman lainnya,” papar dia. Ke depan, Maria berharap, LN Trans bisa lebih berkembang dan memiliki website agar bisa lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas. “Kami saat ini memiliki tujuh orang tim, pengirimannya ke daerah Surabaya, Sidoarjo, Labuan Bajo dan Kupang. Harapannya, bisa menjangkau wilayah yang lebih luas lagi. Mudah-mudahan bisa sampai luar negeri,” imbuh dia. Pada kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada anak muda agar tak mudah menyerah. “Jangan takut gagal karena tidak punya modal. Saya memulai semua ini dari nol. Jangan menunggu peluang datang dan ciptakan peluangmu sendiri!’ pungkas dia. (ted) Sumber: https://beritajatim.com/siapa-dia/maria-lystia-candrawati-belajar-pengalaman-hidup-dari-ln-trans/

The post Maria Lystia Candrawati, Belajar Pengalaman Hidup dari LN Trans appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
LN Trans, Beri Solusi Pengiriman Barang dari Surabaya Hingga Labuan Bajo https://uih.ubaya.ac.id/2023/10/18/ln-trans-beri-solusi-pengiriman-barang-dari-surabaya-hingga-labuan-bajo/ Wed, 18 Oct 2023 08:03:01 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=3984 Malang (beritajatim.com) – Masa pandemi Covid-19 justru membawa keberuntungan bagi usaha rintisan asal Surabaya, yaitu LN Trans. Startup yang tergabung dalam Ubaya InnovAction Hub (UIH) ini mengawali kegiatannya saat mendapatkan tawaran dari gereja. “Saat itu, Romo mau mengirimkan hasil panen. Namun, mengalami kendala. Ongkir yang mahal ke daerah Surabaya Barat dan Timur. Nah, saat itu, kami mencoba untuk antarkan hasil panen tersebut,” kata Founder LN Trans, Maria Lystia Candrawati. Sejak saat itu, LN Trans sudah mulai banyak dikenal oleh klien. Padahal, mereka mengaku tak melakukan strategi marketing sama sekali. “Banyak kenal klien saat bantu Romo. Jadinya, orang banyak kenal kami dari mulut ke mulut. Kemudian, baru kami mulai promosi menggunakan media sosial instagram hingga stiker,” lanjut dia. Dalam menjalani bisnisnya, Maria kerap menghadapi berbagai tantangan. Utamanya, berkaitan dengan mental merintis usaha. “Kami menghadapi klien dengan karakter yang beragam. Ada yang judes, macem-macemlah. Tapi, saya belajar dan berlatih untuk tetap bersikap ramah dan tetap baik,” kata dia. Selain itu, saat masa awal membangun bisnis, ia juga pernah terlambat mengirim paket. “Kami sudah menyusun jadwal. Tapi, yang ngambil paketnya telat. Jadi, kami yang harus sabar dan memberikan pengertian kepada klien. Waktu awal-awal kirim paket, kita disuruh taruh paketnya di depan, terus paketnya disemprotin gitu,” papar dia. Selain itu, bisnis tersebut juga mengajarkan mahasiswi psikologi Ubaya ini untuk menghargai setiap rupiah yang dihasilkan. “Saya belajar untuk menghargai uang, sekecil apapun, Misalnya, uang Rp 10 ribu itu dapatnya susah,” ujar dia sambil terkekeh. Pelan tapi pasti, usaha yang dibangun Maria akhirnya mulai banyak dikenal orang. Sehingga, LN Trans bisa menjalin koneksi dengan berbagai relasi. “Kami bisa bertemu banyak pihak yang sudah berpengalaman di bisnisnya. Sehingga, banyak ilmu yang didapatkan. Sampai akhirnya, ada brand skincare yang langganan pengiriman ke kami,” papar dia. Tak hanya itu, pelajaran mengenai pengembangan bisnis tersebut juga didapat dari kampusnya, yakni Ubaya. “UIH memfasilitasi saya dengan program Inkubator Bisnis dan memberikan saya coach praktisi yang mendampingi saya untuk mengembangkan bisnis. Melalui pendampingan dan pendanaan dari program tersebut, akhirnya kegiatan produksi dan omzet kami meningkat, serta sampai hari ini market produk kami menjadi lebih luas dari sebelumnya,” kata dia. Maria melanjutkan, pengiriman barang yang mulanya hanya di sekitar kawasan Surabaya saja, secara perlahan sudah merambah daerah lain. Saat ini, setidaknya ia memiliki tujuh orang tim yang terlibat. Sumber: https://beritajatim.com/teknologi/ln-trans-beri-solusi-pengiriman-barang-dari-surabaya-hingga-labuan-bajo/

The post LN Trans, Beri Solusi Pengiriman Barang dari Surabaya Hingga Labuan Bajo appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>