Startups Archives - UBAYA InnovAction Hub (UIH) https://uih.ubaya.ac.id/category/startups/ Universitas Surabaya Thu, 30 Jul 2026 06:48:10 +0000 en-US hourly 1 UIH dan PT Jamu Iboe Jaya Jalin Kolaborasi Co-Branding Lilin Aromaterapi Bersama Candlette https://uih.ubaya.ac.id/2026/07/14/uih-dan-pt-jamu-iboe-jaya-jalin-kolaborasi-co-branding-lilin-aromaterapi-bersama-candlette/ Tue, 14 Jul 2026 03:08:21 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=5107 Surabaya – Ubaya InnovAction Hub (UIH) resmi menjalin kerja sama dengan PT Jamu Iboe Jaya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Co-Working Space UIH, Senin (13/7/2026). Kerja sama ini melibatkan Candlette, startup binaan UIH yang dipercaya untuk mengembangkan dan memproduksi 100 unit lilin aromaterapi sebagai suvenir resmi kegiatan Lustrum ke-40 Fakultas Teknik Universitas Surabaya, khususnya Program Studi Teknik Kimia. Perjanjian ini ditandatangani langsung oleh Direktur Ubaya InnovAction Hub, Prof. Sujoko Efferin, Ph.D., Product Group Manager PT Jamu Iboe Jaya, Perry Angglishartono, dan Founder Candlette, Eunike Gabriella sebagai mitra pelaksana. “Universitas Surabaya (UBAYA) memiliki banyak hasil penelitian serta paten yang siap dihilirisasi dan dikembangkan bersama mitra industri. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus diperluas, tidak hanya dalam pengembangan produk, tetapi juga pada kegiatan research and development (R&D) hingga komersialisasi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha,” ungkap Prof. Sujoko Efferin, Ph.D. Penandatanganan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan startup binaan dalam mendorong hilirisasi inovasi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Surabaya, Ir. Eric Wibisono, Ph.D., IPU, Direktur Kerja Sama Kelembagaan, Dr. Ir. Yenny Sari, CQE, Ketua Panitia Lustrum Program Studi Teknik Kimia, Dr. Ir. Emma Savitri, IPM, Koordinator Panitia Lustrum Program Studi Teknik Kimia, Dr. Candra Wijaya, M.T., serta perwakilan dari PT Jamu Iboe Jaya dan Universitas Surabaya. Melalui kerja sama ini, PT Jamu Iboe Jaya memberikan dukungan berupa 100 unit gelas berlogo perusahaan yang dimanfaatkan sebagai wadah lilin aromaterapi. Sementara itu, UIH bersama Candlette bertanggung jawab dalam pengembangan formula aroma, proses produksi, pengemasan, hingga penyusunan materi pendukung produk co-branding. Tidak hanya menghasilkan produk suvenir, kolaborasi ini juga menghadirkan nilai tambah melalui pemanfaatan aset yang masih layak pakai menjadi produk inovatif bernilai ekonomi. Selain itu, kerja sama ini menjadi sarana bagi startup binaan UIH untuk memperoleh pengalaman nyata dalam proses hilirisasi inovasi, mulai dari pengembangan produk hingga kolaborasi dengan mitra industri. “Sebagai startup binaan UIH, saya sangat bersyukur atas pendampingan dan kesempatan yang terus diberikan, bahkan setelah saya lulus dari UBAYA. UIH membuka banyak peluang bagi saya untuk berkembang, termasuk mempertemukan startup dengan mitra industri melalui berbagai kesempatan pitching. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Jamu Iboe atas kepercayaan yang diberikan kepada Candlette,” jelas Eunike Gabriella, alumnus Fakultas Psikologi UBAYA. Sebelumnya, PT Jamu Iboe Jaya telah mempercayakan Candlette untuk mengembangkan dan memproduksi reed diffuser dengan aroma khas perusahaan sebagai merchandise korporat. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa startup binaan UIH mampu menghadirkan produk inovatif sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. “UBAYA merupakan salah satu mitra perguruan tinggi yang memiliki hubungan sangat baik dengan Jamu Iboe. Kami siap memperluas kolaborasi, khususnya di bidang research and development (R&D), seperti pengembangan inovasi pangan, minuman, dan produk berbasis bahan alam,” tutup Perry Angglishartono. Melalui kolaborasi tersebut, kerja sama terus berkembang ke tahap yang lebih strategis melalui pengembangan produk co-branding lilin aromaterapi untuk kegiatan Lustrum ke-40 Fakultas Teknik Universitas Surabaya. UIH berharap kemitraan ini dapat menjadi awal dari berbagai kolaborasi inovatif lainnya, baik melalui startup binaan maupun hilirisasi hasil riset dan paten UBAYA, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi industri dan masyarakat. (fmd)

The post UIH dan PT Jamu Iboe Jaya Jalin Kolaborasi Co-Branding Lilin Aromaterapi Bersama Candlette appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Lebih dari Sekadar Merangkai Bunga, UIH Tumbuhkan Semangat Creativepreneur bersama Messy Bloom https://uih.ubaya.ac.id/2026/07/13/lebih-dari-sekadar-merangkai-bunga-uih-tumbuhkan-semangat-creativepreneur-bersama-messy-bloom/ Mon, 13 Jul 2026 02:50:53 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=5139 Surabaya – Ubaya InnovAction Hub (UIH) kembali menghadirkan kegiatan yang menggabungkan kreativitas dengan semangat kewirausahaan melalui workshop “Beyond Skills: Flower Arrangements Class” yang diselenggarakan di Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026). Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Ubaya InnovAction Hub (UIH), Messy Bloom, dan Starinc International sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus memperkenalkan peluang usaha di industri kreatif. Kegiatan ini menghadirkan Ivena Siddharta selaku Founder dan CEO Messy Bloom, yang juga merupakan alumnus Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (UBAYA). Melalui pengalamannya membangun bisnis di bidang table decor, Ivena membagikan perjalanan merintis usaha, tantangan yang dihadapi, hingga strategi mengembangkan bisnis kreatif yang mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan tren pasar. Workshop diawali dengan sesi materi mengenai dasar-dasar teknik merangkai bunga, mulai dari pemilihan jenis bunga, penyusunan komposisi, hingga tips menciptakan rangkaian yang menarik secara visual. Selain itu, peserta juga dibekali wawasan tentang cara membangun nilai produk, menentukan strategi pemasaran, serta pentingnya membangun identitas merek yang kuat agar produk memiliki daya saing di pasar. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa keterampilan merangkai bunga tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis yang bernilai ekonomi. “Sering kali kita selalu membuat apa yang kita sukai, padahal bisnis yang bagus dan sustain adalah bisnis yang mengetahui apa yang market butuhkan,” ucap Ivena yang juga pernah mengikuti program inkubator bisnis binaan UIH dalam mengembangkan bisnisnya Kana Boga, yaitu produk bumbu siap saji dan makanan olahan bercita rasa tradisional Nusantara, seperti bumbu pecel, gado-gado, dan berbagai makanan praktis lainnya. Setelah sesi inspiratif, peserta mengikuti workshop dengan merangkai bunga secara langsung menggunakan material yang disediakan oleh Messy Bloom dan Starinc International. Selama sesi praktik, peserta mempelajari pemilihan komposisi warna, keseimbangan bentuk, hingga cara menciptakan rangkaian yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual. Suasana workshop berlangsung interaktif karena peserta dapat berdiskusi langsung dengan fasilitator mengenai teknik maupun peluang usaha di bidang flower arrangement. Ivena berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk berani memulai usaha dengan mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang dimiliki. “Portofolio adalah salah satu langkah awal untuk membangun kepercayaan pelanggan. Foto produk adalah kesan pertama yang dilihat calon pelanggan. Tidak harus memiliki ruang studio yang mahal, kita bisa memanfaatkan cahaya matahari sebagai natural light untuk menghasilkan foto estetik,” pesannya. Melalui kegiatan ini, UIH kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi dan kewirausahaan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan praktik bisnis secara nyata. Dengan menghadirkan startup binaan sebagai narasumber, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga belajar langsung dari pengalaman pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya. (fmd)

The post Lebih dari Sekadar Merangkai Bunga, UIH Tumbuhkan Semangat Creativepreneur bersama Messy Bloom appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
KB Bank Dorong Wirausaha Muda Berbasis ESG Melalui GenKBiz Surabaya https://uih.ubaya.ac.id/2026/01/26/kb-bank-dorong-wirausaha-muda-berbasis-esg-melalui-genkbiz-surabaya/ Mon, 26 Jan 2026 06:13:38 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=5163 PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan wirausaha muda berkelanjutan melalui penyelenggaraan GenKBiz Surabaya, sebuah program inkubasi bisnis yang menyasar mahasiswa dan generasi muda dengan ide usaha inovatif, berdampak sosial, dan berorientasi pada keberlanjutan. GenKBiz merupakan bagian dari upaya KB Bank dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kewirausahaan nasional yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal. Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan bisnis dan mentoring, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan ide usaha yang memiliki nilai komersial sekaligus dampak sosial dan lingkungan. Rangkaian kegiatan GenKBiz Surabaya ditutup dengan sesi final pitching, di mana para finalis mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi industri, akademisi, dan perwakilan KB Bank. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek inovasi, keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, serta kelayakan model bisnis. Melalui proses penilaian tersebut, dewan juri menetapkan tiga pemenang terbaik GenKBiz Surabaya. Juara pertama diraih oleh Nicole Olivia dari Universitas Surabaya dengan ide bisnis Dauroma, sebuah usaha parfum ramah lingkungan yang mengolah limbah kulit buah menjadi produk wewangian extrait de parfum yang unik dan tahan lama. Dauroma mengusung konsep circular economy untuk mengurangi beban sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Juara kedua diraih oleh Farel Kamaludin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan ide bisnis Aither, sebuah startup climate tech yang mengembangkan alat pemurni udara berbasis bioteknologi mikroalga. Inovasi ini dirancang untuk menangkap emisi karbon (CO₂) dan mengubahnya menjadi oksigen, dengan target pasar B2B dan B2C sebagai solusi dekarbonisasi yang lebih efisien dibandingkan pemurni udara konvensional. Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Cahyo Ilham dari Universitas Brawijaya dengan ide bisnis Capunglam, yang menawarkan ekosistem pengelolaan sampah rumah tangga terintegrasi melalui aplikasi digital, edukasi, dan layanan jemput sampah. Capunglam berfokus pada penyelesaian masalah sampah langsung dari sumbernya, khususnya sampah organik, melalui pendekatan integrated farming seperti budidaya cacing, serta penyaluran sampah anorganik ke mitra daur ulang. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyampaikan bahwa GenKBiz merupakan wujud komitmen KB Bank dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan. “KB Bank percaya bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi bisnis yang relevan dengan tantangan masa depan. Melalui GenKBiz, kami ingin mendorong lahirnya wirausaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan, sosial, dan pengembangan ekonomi lokal,” ujar Kunardy. Ia menambahkan bahwa ide-ide bisnis para pemenang GenKBiz Surabaya mencerminkan semangat inovasi dan keberlanjutan yang sejalan dengan komitmen ESG KB Bank. “Para pemenang GenKBiz menunjukkan bahwa bisnis berkelanjutan dapat dijalankan dengan model yang kuat dan memiliki potensi komersial. KB Bank berharap program ini dapat menjadi katalis bagi lahirnya pelaku usaha muda yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional,” tambahnya. Para pemenang dinilai unggul karena menghadirkan bisnis yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap faktor ESG serta mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Selain memiliki dampak sosial dan lingkungan yang jelas, ide-ide bisnis tersebut juga dinilai telah memiliki skema model bisnis yang solid dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui GenKBiz, KB Bank berharap dapat terus menjadi mitra strategis bagi generasi muda dalam mengembangkan usaha yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, KB Bank akan terus menghadirkan program-program pengembangan kewirausahaan sebagai bagian dari kontribusi aktif perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Sumber: https://kumparan.com/kumparanbisnis/kb-bank-dorong-wirausaha-muda-berbasis-esg-melalui-genkbiz-surabaya-26hv6Fd3QZT/full

The post KB Bank Dorong Wirausaha Muda Berbasis ESG Melalui GenKBiz Surabaya appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Perjalanan Avera Cake Mengikuti Winter Camp di Tiongkok https://uih.ubaya.ac.id/2026/01/12/perjalanan-avera-cake-mengikuti-winter-camp-di-tiongkok/ Mon, 12 Jan 2026 01:50:59 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=5123 Surabaya – Avera Cake, startup binaan Ubaya InnovAction Hub (UIH) memperoleh kesempatan berharga untuk mengikuti Program Beasiswa Non-Degree Winter Camp yang diselenggarakan oleh INTI Surabaya bekerja sama dengan Rizhao Polytechnic, Tiongkok pada 12 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026. Program internasional yang berlangsung selama kurang lebih tiga minggu ini menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan akademik, budaya, kreativitas, hingga peluang bisnis di tingkat global. Avera Cake terdiri dari dua orang mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE UBAYA) yaitu Patricia Esther Wellyana dan Alodia Ardine Ardiningrum. Selama berada di Kota Rizhao, mereka mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk mengenalkan bahasa, budaya, serta perkembangan industri kreatif di Tiongkok. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Shandong Lukui Tea Industry, tempat Avera Cake mempelajari proses pengolahan teh mulai dari budidaya hingga penyajian. Selain mengenal industri teh, mereka juga memperoleh pengalaman langsung mengikuti workshop budaya, seperti membuat kantong aromaterapi tradisional (xiangnang), seni kerajinan tangan berbahan brokat dan mutiara, meracik teh bunga khas Rizhao, serta mengenakan pakaian tradisional Hanfu. Pembelajaran kemudian berlanjut di Rizhao Polytechnic, Avera Cake mengikuti kelas intensif Bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok selama sepuluh hari. Materi yang dipelajari meliputi percakapan sehari-hari, pengenalan kosakata, hingga komunikasi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan maupun dunia bisnis. Tidak hanya itu, mereka juga mengikuti berbagai kelas budaya seperti kaligrafi, teknik cap tradisional Tiongkok, seni pasir berwarna, melukis kipas, hingga merangkai bunga dalam bola kaca yang menjadi pengalaman kreatif sekaligus memperkenalkan filosofi seni khas Tiongkok. “Salah satu kelas yang paling berkesan bagi saya adalah Creative Media Production. Kami belajar bagaimana membuat konten digital yang menarik, mulai dari teknik pengambilan gambar, editing video menggunakan CapCut, hingga menyusun vlog. Saya menyadari bahwa di era digital, sebuah produk tidak hanya harus berkualitas, tetapi juga perlu dikomunikasikan dengan cara yang menarik. Ilmu yang saya peroleh dari kelas ini menjadi bekal untuk memperkuat strategi pemasaran digital dan storytelling Avera Cake melalui media sosial,” ujar Patricia. Selain kegiatan akademik, mereka juga memperoleh kesempatan mengenal sistem pendidikan tinggi di Tiongkok melalui kunjungan ke Zhejiang University of Science and Technology serta Zhejiang University of Finance and Economics. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai fasilitas pendidikan, budaya belajar mahasiswa internasional, serta membuka wawasan mengenai peluang studi dan kolaborasi di masa mendatang. Program ini juga menghadirkan pengalaman yang sangat berharga dalam memahami ekosistem bisnis internasional. Peserta mengunjungi Yiwu International Trade Market, salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di dunia. Pada kesempatan ini, mereka mengamati secara langsung beragam produk, sistem perdagangan, pengemasan, hingga tren pasar global. Pengalaman tersebut memberikan inspirasi bagi Avera Cake dalam melihat pentingnya inovasi produk, desain kemasan, efisiensi rantai pasok, serta peluang memperluas jaringan bisnis di pasar internasional. Di sela-sela kegiatan akademik, mereka juga mengunjungi berbagai destinasi budaya dan wisata seperti Dongyi Town, Anfu Road, Yuyuan Garden, Nanjing Road, The Bund, hingga Shanghai Disneyland. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, budaya lokal, serta perkembangan kota-kota modern di Tiongkok. “Melalui program ini Avera Cake tidak hanya belajar tentang budaya Tiongkok, tetapi juga mendapatkan banyak wawasan baru yang sangat relevan untuk mengembangkan usaha. Kami belajar berkomunikasi dengan orang dari latar belakang yang berbeda, mengenal dasar-dasar bahasa Mandarin, memperdalam digital marketing, hingga melihat secara langsung bagaimana perdagangan internasional berjalan. Semua pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk terus mengembangkan Avera Cake,” jelas Alodia. Partisipasi Avera Cake dalam Program Beasiswa Non-Degree INTI Surabaya membuktikan bahwa startup lokal memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari ekosistem global. Pengalaman internasional ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru, memperluas jejaring kolaborasi, serta meningkatkan daya saing startup Indonesia di tingkat internasional. Bagi Avera Cake, perjalanan ini bukan sekadar kesempatan belajar di luar negeri, melainkan sebuah pengalaman transformasional yang membuka perspektif baru mengenai kreativitas, inovasi, dan peluang bisnis di era global. (fmd)

The post Perjalanan Avera Cake Mengikuti Winter Camp di Tiongkok appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
5 Mahasiswa Ubaya Lolos P2MW Berkat Parfum Ramah Lingkungan Dauroma https://uih.ubaya.ac.id/2025/09/19/5-mahasiswa-ubaya-lolos-p2mw-berkat-parfum-ramah-lingkungan-dauroma/ Fri, 19 Sep 2025 04:08:12 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=5031 Surabaya – Bau menyengat sisa buah yang menumpuk di belakang kios jus mungkin terasa sepele bagi kebanyakan orang, namun bagi Nicole Olivia Tranggono, itu justru menjadi titik awal lahirnya sebuah gagasan besar. Bersama 4 rekannya, Selena Hans, Christopher Kayne, Fransiskus Hendra Setiawan Roni dan Cloresita Margareta Hawins, mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) itu kemudian melahirkan inovasi parfum ramah lingkungan bernama Dauroma. Dikatakan Nicole, nama Dauroma lahir dari dua kata, yaitu “daur ulang” dan “aroma”. Filosofi sederhana tapi penuh makna, yakni sampah yang tak berguna bisa diubah menjadi sesuatu yang harum dan bernilai tinggi.  “Kami ingin memberikan bukti, bahwa solusi masalah lingkungan bisa lahir dari ide-ide sederhana, bahkan dari kulit buah yang biasanya dianggap tak berharga,” ujar Nicole, Kamis (18/9/2025). Upaya mewujudkan ide ini, dimulai dengan mengumpulkan limbah buah dari UMKM jus sekitar kampus. Kulit apel, mangga hingga pisang dibawa ke laboratorium. “Awalnya, kami sempat ragu apakah kulit buah benar-benar bisa menghasilkan ekstrak yang wangi. Tapi setelah mencoba ekstraksi berulang-ulang, hasilnya mengejutkan,” kenang Christopher. Butuh waktu 2 minggu penuh untuk menciptakan parfum. Dari penyaringan ekstrak, pengolahan komposisi hingga tahap pematangan aroma (maceration). Mereka harus berkutat dengan botol-botol kecil, mencatat takaran, bahkan mencium aroma berulang kali sebelum yakin hasilnya pas. “Ada momen ketika aroma yang keluar malah tidak enak sama sekali. Rasanya mau menyerah, tapi justru di situlah kami belajar paling banyak,” tambah Selena. Dari berbagai uji coba, akhirnya lahir beberapa jenis aroma yang kemudian diberi nama yang khas. Aroma apel diberi nama Talya, mangga Ashbel, dan pisang Ertz. Nama-nama itu, mereka pilih bukan hanya untuk memberi identitas, tetapi juga agar setiap botol membawa cerita tersendiri. “Kami ingin orang yang memakainya merasa punya hubungan emosional dengan aroma, seolah ada cerita di baliknya,” kata Cloresita. Parfum ini telah diuji, dan aromanya mampu bertahan lebih dari 8 jam saat digunakan. Lebih penting lagi, Dauroma menjadi bukti bahwa inovasi bisa bersahabat dengan lingkungan. Didampingi dosen pembimbing, Adhika Putra Wicaksono, M.M, serta binaan Ubaya InnovAction Hub (UIH), karya ini akhirnya lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Pencapaian yang membuat kelima mahasiswa itu semakin yakin melangkah. “Harapan kami, suatu hari Dauroma tidak hanya harum di tubuh penggunanya, tapi juga harum di hati masyarakat, karena berhasil mengurangi limbah dan memberdayakan orang-orang di sekitarnya,” tutur Fransiskus. Sumber: https://surabaya.tribunnews.com/surabaya-metro/1914820/5-mahasiswa-ubaya-lolos-p2mw-berkat-parfum-ramah-lingkungan-dauroma?page=all&s=paging_new

The post 5 Mahasiswa Ubaya Lolos P2MW Berkat Parfum Ramah Lingkungan Dauroma appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Raih Startup Terbaik, Mahasiswa Ubaya Bawa Kue Lapis ke Pasar Global, Dapat Beasiswa Bisnis ke Tiongkok https://uih.ubaya.ac.id/2025/06/22/raih-startup-terbaik-mahasiswa-ubaya-bawa-kue-lapis-ke-pasar-global-dapat-beasiswa-bisnis-ke-tiongkok/ Sun, 22 Jun 2025 03:52:16 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=5028 Surabaya –  Siapa bilang kue lapis legit tak bisa mendunia? Dua mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), Patricia Esther Wellyana dan Alodia Ardine Ardiningrum, membuktikan bahwa makanan tradisional Indonesia punya potensi besar untuk menembus pasar global. Melalui brand Avera Cake, keduanya berhasil meraih gelar startup terbaik di program Ubaya Ignite, dan berhak atas beasiswa kewirausahaan ke Tiongkok. Bisnis kue lapis yang mereka rintis sejak 2020 itu kini tak lagi sekadar usaha rumahan. Dengan dukungan dari Ubaya InnovAction Hub (UIH), Avera Cake tumbuh menjadi startup kuliner premium yang menyasar pasar menengah ke atas, lengkap dengan inovasi cita rasa musiman seperti varian khas Natal, Lebaran, dan Imlek. “Bisnis ini awalnya bagian dari pengembangan usaha keluarga, tapi kami kembangkan secara serius dengan pendekatan brand dan segmen pasar yang berbeda. Ketika masuk UIH, kami dapat banyak pendampingan yang membuka wawasan kami soal ekspansi dan inovasi,” ujar Patricia. Tak hanya menyabet gelar startup terbaik, keduanya juga menerima beasiswa bisnis ke Tiongkok yang akan berlangsung Oktober 2025. Beasiswa tersebut mencakup akomodasi, tiket perjalanan, serta pelatihan bisnis dan budaya. Mereka juga dijadwalkan mengunjungi Yiwu International Trade Market—pusat perdagangan terbesar dunia dengan lebih dari dua juta produk—untuk menjalin jejaring mitra dan membuka peluang ekspor. Keberhasilan Avera Cake tak lepas dari pembinaan intensif UIH yang mengelola program Ignite sebagai pengganti skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang kewirausahaan. Direktur UIH Sujoko Efferin menjelaskan, para mahasiswa mendapatkan layanan satu atap mulai dari coaching bisnis, akses pendanaan, kompetisi hibah, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). “Ini bagian dari komitmen Ubaya dalam mencetak wirausahawan muda. Beasiswa ke Cina merupakan hasil kerja sama dengan INTI Surabaya dan Yayasan BAIK Indonesia. Ke depan, tiap angkatan Ignite akan memiliki kesempatan serupa,” jelasnya. Sujoko menambahkan, UIH juga membentuk Entrepreneurship Advisory Board (EAB) yang berisi 20 perusahaan mitra dari berbagai asosiasi seperti CEO Jatim, JCI East Java, EO, dan Apindo. Selain itu, UIH juga memfasilitasi toko offline di International Village Ubaya dan tengah mengembangkan toko online untuk produk-produk mahasiswa. Dengan bimbingan kampus dan bekal kunjungan bisnis internasional, Patricia dan Alodia menargetkan ekspansi pasar yang lebih luas, termasuk Tiongkok. “Kami ingin memahami budaya konsumen di sana. Tujuannya bukan hanya ekspor, tapi juga menciptakan varian baru yang sesuai selera lokal,” kata Alodia. Langkah mereka menandai semangat baru kewirausahaan mahasiswa Ubaya: membumikan inovasi lokal sekaligus menatap peluang global. Dari Surabaya, kue lapis legit kini bersiap melangkah ke pasar dunia. Sumber: https://www.jawapos.com/surabaya-raya/016170784/raih-startup-terbaik-mahasiswa-ubaya-bawa-kue-lapis-ke-pasar-global-dapat-beasiswa-bisnis-ke-tiongkok

The post Raih Startup Terbaik, Mahasiswa Ubaya Bawa Kue Lapis ke Pasar Global, Dapat Beasiswa Bisnis ke Tiongkok appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Rosellacious dan Terra Lolos KMI Expo XV 2024 https://uih.ubaya.ac.id/2024/11/06/rosellacious-dan-terra-lolos-kmi-expo-xv-2024/ Wed, 06 Nov 2024 08:07:25 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4835 Surabaya – Rosellacious dan Terra, dua kelompok usaha mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XV 2024. KMI Expo merupakan pameran kewirausahaan terbesar yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia sebagai puncak kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek. KMI Expo XV 2024 diikuti sebanyak 627 kelompok usaha mahasiswa dari 284 perguruan tinggi Indonesia yang digelar selama tiga hari, mulai 23-25 Oktober 2024 di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Kedua kelompok usaha yang berhasil mengikuti KMI Expo XV 2024, yaitu Rosellacious yang berasal dari tahapan usaha awal dengan kategori usaha makanan dan minuman, serta Terra yang berasal dari tahapan usaha bertumbuh dengan kategori usaha manufaktur dan teknologi terapan. Rosellacious merupakan usaha donat panggang rendah kalori yang mengandung bubuk bunga Rosella dengan toping yoghurt dan buah-buahan segar kaya akan vitamin. Tim Rosellacious terdiri dari lintas fakultas, yaitu Windi Riski Anita dari Fakultas Teknik dan Ni Komang Ayu Liska Saptyani, Dinda Oktaviani, Syannisa Eldisa, serta Dela Tobita Sari dari Fakultas Psikologi UBAYA. Rosellacious dibimbing oleh Ananta Yudiarso selaku Dosen Pendamping sekaligus Dosen Fakultas Psikologi UBAYA, serta Rudy Hendrata selaku Coach Praktisi Bisnis sekaligus CEO Madame Chang. Sementara itu, Terra merupakan usaha di bidang industri pengemasan atau packaging dengan menggunakan kertas daur ulang dan limbah jerami padi sebagai bahan baku utama dalam pembuatan produk. Terra berhasil mengembangkan varian produk berupa sedotan ramah lingkungan selama mengikuti kegiatan P2MW 2024. Pada kesempatan ini, Terra juga berhasil membawa pulang piagam penghargaan Juara Harapan II dalam Kategori M-Reels (Video Pemasaran Produk). Tim Terra terdiri dari Michael Johnson, Michael Santoso, serta Angelique Fillia Clarissa dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika UBAYA. Terra dibimbing oleh Prita Ayu Kusumawardhany selaku Dosen Pendamping sekaligus Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika UBAYA, serta Jonathan Kartawijaya selaku Coach Praktisi Bisnis sekaligus Managing Director dari PT Intidaya Dinamika Sejati.     Keberhasilan dua kelompok ini tidak lepas dari dukungan penuh dari Ubaya InnovAction Hub (UIH) sebagai unit pengelola kewirausahaan dan inovasi di UBAYA. Dalam pelaksanaannya, UIH bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Kemahasiswaan (DPK) mulai dari administrasi pendaftaran hingga perlengkapan yang dibutuhkan selama KMI Expo XV 2024 berlangsung. Selain itu, UIH juga memberikan pembekalan dengan pembinaan intensif melalui kegiatan mentoring dan coaching bersama dosen pendamping maupun coach praktisi bisnis sesuai dengan bidang usaha masing-masing kelompok usaha. “Partisipasi KMI Expo tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan mahasiswa UBAYA, tetapi juga sebagai kesempatan mereka untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi dengan pelaku usaha atau mahasiswa lainnya di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBAYA memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan kewirausahaan nasional. Semoga keberhasilan ini bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan meraih mimpi di masa depan,” tutup Prof. Sujoko Efferin, Ph.D. selaku Direktur Ubaya InnovAction Hub (UIH). (fmd)

The post Rosellacious dan Terra Lolos KMI Expo XV 2024 appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
UIH Dukung Surabaya Jadi Kota Layak Anak Bersama CEO Jatim dan UNICEF https://uih.ubaya.ac.id/2024/08/02/uih-dukung-surabaya-jadi-kota-layak-anak-bersama-ceo-jatim-dan-unicef/ Fri, 02 Aug 2024 09:00:09 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4534 Surabaya – Ubaya InnovAction Hub (UIH) ikut bagian dalam mendukung program CEO Jatim bersama UNICEF mewujudkan masa depan yang baik bagi anak-anak di Surabaya. Aksi dukungan ini diwujudkan dengan keterlibatan Prof. Sujoko Efferin, Ph.D. selaku Direktur Ubaya InnovAction Hub (UIH) sebagai moderator dalam CEO Insight bertajuk “An Evening Together to Shape the Future” yang dilaksanakan di Hotel DoubleTree by Hilton, Surabaya, Rabu (31/7/2024). Guru besar Akuntansi Universitas Surabaya (UBAYA) ini memberikan apresiasi atas kerja sama yang dilakukan CEO Jatim bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan UNICEF. Ia menjelaskan bahwa CEO Jatim merupakan organisasi yang berisi para pengusaha di Jawa Timur yang memiliki jiwa sadar serta peduli terhadap kesejahteraan anak sebagai penerus dan pemimpin masa depan. Menurutnya, United Nations Children’s Fund atau biasa disebut UNICEF memiliki visi Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030 sehingga membutuhkan kolaborasi tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dunia usaha untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. “Dengan dukungan dunia usaha, dalam hal ini diwakili oleh CEO Jatim maka kemungkinan untuk menciptakan sustainability dalam bidang bisnis maupun sosial dan lingkungan hidup akan lebih besar. Di sini CEO Jatim memainkan peranan penting sebagai wakil dari dunia usaha untuk bermitra dengan UNICEF,” sambungnya. Prof. Sujoko Efferin, Ph.D. mengungkapkan jika UIH sebagai unit pengelola kewirausahaan dan inovasi di UBAYA telah membina serta menghasilkan beberapa startup yang memiliki well-being anak-anak. Misalnya, boardgames dalam mengedukasi anak, permainan kartu yang bisa membangun kearifan lokal untuk anak-anak, dan masih banyak yang lain. Ia berharap startup binaan UIH dapat memahami tujuan dari sustainability sehingga semakin banyak startup yang akan memperhatikan permasalahan lingkungan hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat. Hal ini sejalan dengan filosofi UIH dalam mengembangkan model bisnis berbasis LOVE (Local wisdom, Omniconnectivity, Virtue, dan Ecological Harmony). “Dewasa ini semakin banyak startup yang membangun bisnis berbasis sustainability, seperti ramah lingkungan dan sosial. Ramah sosial erat kaitannya dengan misi UNICEF untuk child protection, jadi kita diajak untuk membangun bisnis yang bisa berkontribusi bagi pendidikan dan perlindungan anak-anak,” papar dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi Ubaya. Disamping itu, Jhonny Thio Doran selaku Ketua Entrepreneurship Advisory Board (EAB) Ubaya dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) CEO Jatim menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah, NGO, dan dunia usaha. Melalui kolaborasi dengan UNICEF, CEO Jatim berkomitmen untuk meningkatkan alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) pada program yang berfokus pada anak. “Kami sangat peduli dengan masa depan anak. Tentu kami ingin ikut mengembangkan bibit-bibit unggul untuk meneruskan pembangunan Kota Surabaya. Jadi kami akan berkolaborasi dengan UNICEF untuk memastikan CSR kami dapat dialokasikan secara efektif pada program peduli anak,” tutup Jhonny Thio Doran, CEO JETE Indonesia. (fmd)

The post UIH Dukung Surabaya Jadi Kota Layak Anak Bersama CEO Jatim dan UNICEF appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
UIH Perkuat Fondasi Bisnis P2MW 2024 Bersama Sevenpreneur https://uih.ubaya.ac.id/2024/07/02/uih-perkuat-fondasi-bisnis-p2mw-2024-bersama-sevenpreneur/ Tue, 02 Jul 2024 08:13:27 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4404 Surabaya – Tujuh kelompok usaha mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) berhasil lolos mendapatkan pendampingan serta pendanaan dalam program pembinaan mahasiswa wirausaha (P2MW) 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemendikbud Ristek RI. Ubaya InnovAction Hub (UIH) sebagai unit pengelola P2MW turut aktif mendampingi dan mengembangkan usaha mahasiswa dengan menghadirkan berbagai macam kegiatan menarik dan inspiratif. Salah satunya ialah One Day Workshop – Business Blueprint Program bersama Joe William Wartono selaku Head of Academy at Sevenpreneur yang diadakan secara luring di Ubaya West Campus, Sabtu (29/6/2024). Fransiska Mayanti Deviana, S.I.Kom. selaku Manajer Kemitraan dan Pengembangan Pasar UIH mengungkapkan jika setiap tahun peserta yang lolos P2MW dari UBAYA selalu mengalami peningkatan. Hal ini merupakan bukti nyata keberhasilan ekosistem startup yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan dosen UBAYA yang mendorong minat serta antusiasme mahasiswa dalam mengikuti perlombaan kewirausahaan. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan P2MW tahun ini diikuti sebanyak 32 mahasiswa dari lintas program studi mulai 6 Mei hingga 30 September mendatang. “Kegiatan workshop ini merupakan salah satu kolaborasi UIH dan mitra dalam rangka mendukung ekosistem kewirausahaan dan inovasi di Indonesia. Kami berharap para peserta dapat belajar berbagai aspek fundamental penting dari Sevenpreneur untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya agar berkelanjutan dan kompetitif. Semoga dengan adanya program ini mahasiswa memperoleh wawasan, keterampilan, dan inspirasi yang dapat diterapkan pada bisnisnya masing-masing,” tandasnya. Peserta yang hadir dalam workshop didominasi oleh tujuh kelompok usaha P2MW 2024 yaitu Nusantara Kukis, Chill in Baked, Rosellacious, Majènganarèka, BlackDew.id, Visionary Vids, dan Terra Wrap. Disamping itu, juga hadir peserta lain dari Ubaya Startup Community yang ingin mengikuti workshop bersama Sevenpreneur. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun fondasi bisnis yang kokoh dengan bantuan seven framework dari Sevenpreneur. Seven framework tersebut terdiri dari founder’s foundations, business idea, research & validation, product design, sales & marketing, operations & finance dan growth & beyond. Pada kesempatan ini, peserta juga mengerjakan business blueprint canvas dan melakukan presentasi di depan narasumber. “Sevenpreneur percaya bahwa wirausaha itu diciptakan, bukan dilahirkan, dan siapa pun dapat mempelajari keterampilan yang mereka perlukan untuk menjadi sukses. Di balik setiap bisnis besar terdapat perencanaan yang baik dan visi yang hebat. Saya melihat peserta P2MW UBAYA punya semangat wirausaha yang tinggi. Kami (Sevenpreneur) siap 100 persen menyukseskan program kewirausahaan dan inovasi di UBAYA,” ujar Joe William Wartono. Sebagai informasi, peserta P2MW tahun ini terbagi menjadi kelompok usaha tahap awal dan tahap bertumbuh dengan kategori usaha yaitu 1) makanan dan minuman; 2) jasa, pariwisata, dan perdagangan; serta 3) manufaktur dan teknologi terapan. Selama mengikuti P2MW 2024, peserta mendapat bantuan dana pengembangan, pendampingan, dan pelatihan usaha. Bantuan pendanaan P2MW dibagi menjadi dua bagian yaitu dana manajemen dan pengembangan usaha mahasiswa. Total pendanaan yang diperoleh tujuh kelompok usaha UBAYA tahun ini sebesar Rp 94.910.000,00. (fmd)

The post UIH Perkuat Fondasi Bisnis P2MW 2024 Bersama Sevenpreneur appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>
Pemilik Gartenhutte Trawas Mojokerto Beri Nilai Tambah Warga Sekitar https://uih.ubaya.ac.id/2023/12/08/pemilik-gartenhutte-trawas-mojokerto-beri-nilai-tambah-warga-sekitar/ Fri, 08 Dec 2023 06:26:26 +0000 https://uih.ubaya.ac.id/?p=4017 Malang (beritajatim.com) – Elang Yudha Waskita pemilik Gartenhutte Trawas Mojokerto ini memiliki jiwa sosial yang tinggi. Melalui usaha yang dibangun, ia berupaya untuk memberikan pengetahuan dan menambah penghasilan bagi warga. Bisnisnya ini dimulai sejak ia duduk di bangku kelas satu SMA hingga saat ini, kuliah semester 3 di Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Surabaya (UBAYA). “Saya fokus kepada upaya pengembangan kafe dan bagaimana caranya agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Elang. Pria asal Mojokerto ini mengaku, melalui usaha kafenya yang terletak di kawasan Trawas ini, ia memiliki banyak pengalaman dan pelajaran. “Saya membangun usaha dari nol dengan modal tidak besar. Saya mencari cara dan menyusun strategi bagaimana bisa mengembangkan usaha,” kata dia. Apalagi, kafe yang diberi nama Gartenhutte ini menyerap tenaga kerja lokal. Tentunya, ini juga bukan hal mudah. “Saya berupaya agar bisa menyerap tenaga kerja lokal dan bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar. Selain itu, kami juga sempat mengundang juru masak hingga barista agar mereka semua bisa belajar dan menambah keterampilan,” kata dia. Pada kesempatan tersebut, pria yang masih berusia 19 tahun ini memberikan motivasi kepada anak muda agar terus bersemangat dalam membuat inovasi. “Pokoknya jangan takut untuk memulai bisnis sejak dini, karena dengan pengalaman kita pasti bisa sukses dan berkembang,” tandas Elang. (ted) Sumber: https://beritajatim.com/siapa-dia/pemilik-gartenhutte-trawas-mojokerto-beri-nilai-tambah-warga-sekitar/

The post Pemilik Gartenhutte Trawas Mojokerto Beri Nilai Tambah Warga Sekitar appeared first on UBAYA InnovAction Hub (UIH).

]]>