SURABAYA – Ubaya InnovAction Hub (UIH) ajak mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) memahami cara membangun, mempertahankan dan mengembangkan bisnis melalui acara Ubaya Figure’s Inspiration Series. Kali ini Ubaya Figure’s Inspiration Series 5 mengusung tema “Entrepreneurship: Building, Surviving and Thriving” dengan menghadirkan Owner sekaligus CEO PT Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla dan Co-Founder sekaligus COO PT Komunal Finansial Indonesia, Rico Tedyono. Stephen Walla dan Rico Tedyono berbagi kisah inspiratif mereka secara virtual, Sabtu (19/2/2022).
Ubaya Figure’s Inspiration Series adalah kuliah tamu mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi yang menghadirkan sosok inspiratif yaitu para entrepreneur ternama di Indonesia. Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan inovasi mahasiswa agar semakin termotivasi menjadi entrepreneur muda yang sukses. Acara ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai lintas fakultas atau prodi di UBAYA yang tergabung dalam mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi (KI), mata kuliah Startup Business Development (SBD), dan Ubaya Startup Community. Pada kesempatan ini, juga hadir Ketua Entrepreneurship Advisory Board (EAB), Jhonny Thio Doran, Sekolah Tinggi Kewirausahaan (STK) SPI, dan dosen-dosen UNIPA.
Wakil Rektor I UBAYA, Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa tidak peduli dari prodi atau jurusan apapun yang diambil mahasiswa pada era sekarang, kebutuhan untuk menumbuhkan dan mengasah aspek inovasi dalam mengenali serta menggali potensi menjadi penting. Ideyang inovatif dan kreatif dari apa yang terjadi di lingkungan sekitar kemudian diwujudkan dalam aksi nyata, tentu membutuhkan stimulasi dan hal itu yang ingin UBAYA tanamkan ke mahasiswa.
“Semoga melalui acara Ubaya Figure’s Inspiration Series ini, langkah demi langkah, perlahan tapi pasti dan secara konsisten, bisa membawa manfaat bagi lulusan UBAYA. Harapannya mereka bisa mewakili UBAYA berperan untuk menumbuhkan berbagai pikiran-pikiran atau aksi inovatif yang dibutuhkan bangsa negara maupun UBAYA untuk terus berkembang ke depan,” ucap Maria Goretti.
Berbeda dengan sebelumnya, Ubaya Figure’s Inspiration Series 5 dikemas dengan konsep talk show. Sesi talk show ini menghadirkan dua narasumber yaitu Stephen Walla selaku Owner sekaligus CEO PT Jamu Iboe Jaya dan Rico Tedyono selaku Co-Founder sekaligus COO PT Komunal Finansial Indonesia. Sesi talk show dipandu oleh Veny Megawati, S.T., M.M., SCM selaku moderator.
Stephen Walla menceritakan sejarah berdirinya PT Jamu Iboe Jaya yang kini sudah berusia 112 tahun. Pria yang aktif dalam berbagai organisasi pengusaha di Jawa Timur bahkan di Indonesia ini mengungkapkan jika sebetulnya industri jamu mengalami cukup banyak tantangan. Menurutnya, setiap tantangan memang diperlukan sebuah inovasi, adaptasi dan perubahan yang dinamis.
Stephen Walla juga membahas terkait tantangan dan kesempatan Jamu Iboe saat krisis pandemi Covid-19. Selama pandemi, industri jamu juga terdampak. Namun, Jamu Iboe berupaya mencari peluang dan membuat ekosistem yang baru. Baginya, pandemi memberikan pelajaran penting untuk masyarakat hidup lebih bersih dan sehat. Hal ini sesuai dengan karakter utama jamu yang merupakan produk preventif dan promotif sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
“Ketika kondisi seperti ini, akhirnya masyarakat tersadarkan bahwa jamu juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Berbagai pihak hingga pemerintah mendukung jamu sebagai produk unggulan kesehatan. Dari situ, kita mulai mengampanyekan produk Jamu Iboe sebagai minuman kesehatan untuk daya tahan tubuh,” kata Stephen Walla.
Stephen Walla melanjutkan jika tantangan lain yang dihadapi saat pandemi yaitu adanya PSBB yang mengganggu jalannya distribusi produk. Masyarakat juga menjadi susah untuk mendapatkan produk Jamu Iboe. Oleh karena itu, penting dilakukan adaptasi berupa digital transformation dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Bagi mahasiswa yang ingin membangun bisnis, bisa dipikirkan dulu apa yang ingin dikerjakan. Setelah tahu visi misinya seperti apa, harus mengerjakan homework, research, dan melihat seperti apa kompetitornya agar tahu realita bagaimana. Selanjutnya membuat action plan, jangan berhenti untuk eksplorasi dan perluas networking,” terangnya.
Disamping itu, Rico Tedyono menjelaskan kepada mahasiswa mengenai Komunal, sebuah perusahaan startup di bidang financial technology (fintech) yang bermula dari permasalahan di masyarakat terkait keuangan. Alumnus UBAYA ini memberikan pesan kepada mahasiswa jika menemukan sebuah masalah di masyarakat tidak perlu menghindar karena bisa menjadi peluang ide bisnis yang bagus.
Sebetulnya Komunal terbagi menjadi dua yaitu PT Komunal Finansial Indonesia yang bergerak di bidang Peer To Peer Lending dan PT Komunal Sejahtera Indonesia di bidang Deposito BPR (Bank Pengkreditan Rakyat). Rico Tedyono mengatakan bahwa masyarakat masa kini telah dibantu untuk melakukan transaksi perbankan lebih mudah menggunakan teknologi digital. Intinya, transaksi perbankan tetap diperlukan tetapi kehadiran fisik bank tidak lagi relevan. Oleh karena itu, muncul Komunal yang bisa menjadi alat dalam membantu masyarakat untuk menabung, melakukan peminjaman dana untuk membangun bisnis, hingga berpartisipasi dalam perekonomian daerah.
Rico Tedyono mengaku jika ada beberapa tantangan yang di hadapi oleh Komunal selama berproses menjadi perusahaan fintech yaitu dari sisi branding, regulator hingga konsumen. Namun, Rico Tedyono melihat tantangan tersebut sebagai kesempatan untuk semakin memperluas jejaring bisnisnya dengan berkolaborasi bersama pihak lain. Saat ini, strategi yang dijalankan oleh Komunal untuk semakin berkembang adalah forward integration.
“Buat mahasiswa Ubaya jangan malu untuk mencari mentor karena ide mungkin dari Anda, tetapi mentor yang mengarahkan sehingga kita bisa mendapatkan banyak tips dari mereka. Kita juga harus pro aktif dan harus punya sifat jangan individualis. Kalau mau buka usaha, jangan sendirian, carilah 2-3 orang partner untuk membangun bisnis. Ingat modal kalian lebih besar karena usia Anda masih muda,” pesan Rico Tedyono. (fmd)
