Post Detail

Uncover the captivating story behind each post with our detailed insights, providing a deeper understanding and enriching your reading experience.

Sekilas Tentang Chatgpt

oleh: Prof. Sujoko Efferin, Ph.D.

Direktur UIH dan Guru Besar Akuntansi-FBE Ubaya

 

Saat ini dunia sedang heboh dengan ChatGPT. Banyak yang bertanya-tanya “makhluk sakti” apakah itu? Tulisan ini mencoba memberikan wawasan secara ringkas apa dan bagaimana cara kerja ChatGPT berdasarkan berbagai sumber dan pengalaman penulis sendiri.

 

Apa itu ChatGPT?

Pada dasarnya ChatGPT adalah mesin pencari informasi yang tersedia di dunia maya dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI digunakan untuk mengemas apa yang ditanyakan dan informasi yang diberikan dalam bentuk percakapan sehingga menimbulkan kesan seperti sedang berbicara dengan makhluk hidup. ChatGPT membantu memberikan konteks dan penjelasan (bahkan saran jika diminta) tanpa merujuk secara khusus ke link tertentu. Mesin ini didukung oleh Microsoft dalam pengembangannya.

Ini berbeda dengan mesin pencari yang biasa kita kenal, misalkan GoogleChrome, Bing, DuckDuckGo, Petalsearch, Baidu, dan sebagainya. Mesin pencari tersebut memberikan berbagai link yang perlu kita buka sendiri untuk mendapatkan informasi yang kita inginkan.

 

Bagaimana cara kerja ChatGPT?

Mesin ini menggunakan AI untuk mencari, memproses, dan menyajikan informasi yang kita minta. Ada dua jenis AI: 1) “rule-based” yang berbasiskan logika if-then dengan aturan baku yang sudah diprogramkan dan tidak bisa diubah kecuali oleh programmernya sendiri. AI model ini cocok untuk tugas yang sifatnya berulang-ulang dan ada seperangkat aturan yang jelas untuk diikuti. Namun ia tidak bisa berfungsi untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas; 2) neural network yang selalu belajar dan mengembangkan pola berpikirnya sendiri sesuai konteks dan situasi tertentu. Network ini menyerupai lapisan-lapisan informasi tergantung kita hendak menggali sedalam apa dan dalam konteks mana.

ChatGPT menggunakan neural network yang sudah “dilatih” dengan memberikan data yang sangat besar sehingga mesin ini dapat menemukan pola, membuat ketegorisasi, dan membuat prediksi. Namun sebagaimana AI berbasis neural network lainnya, di awal penggunaan ia menyerupai anak kecil yang “polos” atau bahkan bodoh. Semakin sering digunakan ia akan semakin cerdas.

Di atas semua itu, kita perlu menyadari bahwa informasi yang disajikan oleh ChatGPT sangat tergantung pada informasi apa yang mendominasi di internet. Jika informasi di internet lebih banyak bersifat hoax, propaganda, atau “pembodohan” apapun bentuknya, maka ChatGPT juga akan memberikan informasi semacam itu. Jika sebaliknya, lebih banyak informasi yang tersedia di internet berbasiskan sains, kepakaran, kebijaksanaan, dan niat baik, maka ChatGPT juga akan membangun informasinya berdasarkan hal-hal tersebut. Secara sederhana: “apa yang dimasukkan, itulah yang dikeluarkan”.

 

Masa depan AI dan eksistensi manusia.

AI tidak terelakkan lagi akan menjadi pendorong utama bentuk transformasi peradaban manusia dan memberikan arah pengembangan inovasi bisnis baik dalam hal produk, cara kerja, dan model bisnis. Namun fenomena ChatGPT hanyalah pembuka. Sebagai mesin pencari informasi berbasis neural network,  ChatGPT bukanlah satu-satunya atau yang terakhir. Dalam beberapa bulan ke depan, kita akan menyaksikan raksasa-raksasa teknologi dunia lainnya bersaing meluncurkan mesin AI pencari informasi berbasis neural network, antara lain: Alibaba, LaMDA dari Google, dan ERNIE Bot dari Baidu. 

Jika suatu saat, AI sudah melampaui kecerdasan manusia, apa yang bakal terjadi dengan masa depan kita? Apapun tingkat kecerdasan AI di masa depan, manusialah yang harus mencari makna dirinya dan keberadaannya. AI akan semakin cerdas, namun manusialah yang memiliki cinta dan welas asih, penerimaan terhadap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki diri sendiri dan orang lain, pemaafan, dan kemauan untuk terus menjadi makhluk spiritual yang lebih baik. Tanpa itu, manusia tidak akan punya nilai lagi. 

UIH atau Ubaya Innovaction Hub merupakan hub yang menghubungkan dan memfasilitasi seluruh kegiatan kewirausahaan dan inovasi di Universitas Surabaya. Dalam pelaksanaannya, UIH juga menjalin kemitraan dengan pemangku kepentingan eksternal.

Our Contact

Gedung Fakultas Teknobiologi Lantai 1
Ruang Co-Working Space BB.01.01
Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya 60293

 2023 @ UIH Team