Risma Terima Bantuan APD dan Dua Bilik Aseptik dari Ubaya

Risma Terima Bantuan APD dan Dua Bilik Aseptik dari Ubaya

Surabaya - Pemkot Surabaya menerima bantuan alat pelindung diri (APD) dan dua bilik aseptik dari Universitas Surabaya (Ubaya). Bantuan tersebut diterima Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.Di depan Rektor Ubaya Ir Benny Lianto MM BAT, Risma mengatakan jika bilik ini aman digunakan. Bahkan negara-negara maju lainnya sudah mulai banyak yang memakai bilik aseptik atau bilik sterilisasi."Karena kan virus senang di logam, kancing, sabuk, kaca mata. Kalau yang dicuci hanya ini (tangan) tidak ada gunanya. Semua negara pakai ini bilik, Jerman, Turki, Belanda bahkan Amerika mau buat," kata Risma di depan Balai Kota Surabaya, Kamis (2/4/2020).Risma menceritakan hingga kini dia terus menggunakan kaca mata. Sebab, area wajah yang paling sering disentuh oleh tangan adalah mata. "Karena itu, saya pake kacamata. Untuk ngindari menyentuh mata. Karena kuman itu akan menempel ke mata kalau dipegang," jelasnya. Tak lupa Risma mengucapkan terima kasih kepada Ubaya karena telah memberika bantuan berupa APD dan bilik aseptik. Sementara bantuan APD itu nantinya akan diserahkan ke tenaga medis. "Matur nuwun (terima kasih),"...
Read More
MENGENAL SOCIETY 5.0 – BAGIAN 2

MENGENAL SOCIETY 5.0 – BAGIAN 2

Written by Bonnie Soeherman (Ketua Program Studi Magister Akuntansi). Pada artikel sebelumnya, saya bercerita sejarah perkembangan cara hidup manusia hingga munculnya Society 5.0, yang berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup manusia. Pemerintah Jepang menjadi pelopor gerakan ini sekaligus menaruh keyakinan tinggi dalam berinvestasi menciptakan Society 5.0. Seperti dilansir situs berita CGTN, pengembangan inovasi akan dilakukan pada bidang transpostasi seperi bis dan armada truk yang dikendalikan secara remote, dan pengiriman paket dengan drone; Smart Home Appliances; Elderly Care Service; serta pada bidang pekerjaan seperti penggunaan lebih banyak robot sebagai pengganti tugas “kasar” manusia, hingga proses data basis cloud (lihat video https://www.youtube.com/watch?v=S9JMuwvzz8g). Bagaimana para ahli di Jepang melakukannya, berpikir sangat imajinatif sekaligus solutif? Society 5.0 bukan dibangun tiba-tiba mengingat perkembangan Revolusi Industri 4.0. Saya pikir, dasar utama dari pengembangan ini bukan sekadar tentang teknologi kekinian. Jepang mendasarkan Society 5.0 pada peradaban. Bisa dipastikan bahwa seluruh inovasi penunjang Society 5.0 dibangun karena kepedulian atau sesuatu yang bersifat sosial, bahkan spiritual. Akhir tahun lalu, saya kembali ke Tokyo. Kali...
Read More
Mengenal Society 5.0 – Bagian 1

Mengenal Society 5.0 – Bagian 1

Written by Bonnie Soeherman (Ketua Program Studi Magister Akuntansi). Society 5.0, jargon yang sedang naik daun. Tak jarang terasa ambigu dengan istilah Revolusi Industri 4.0 (RI 4.0). Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Society 5.0, dan bagaimana implikasinya bagi kehidupan masyarakat? Sebelumnya, ada baiknya kita mengenal ringkas tentang RI 4.0. RI 4.0 merupakan kategorisasi zaman atau trend sumber penunjang industri. RI 1.0 dimulai sejak ditemukannya mesin uap pada abad 18. Industri masal mulai bermunculan dengan mesin yang dikendalikan oleh tenaga uap, khususnya industri tekstil di Eropa.  Perkembangan teknologi yang lebih baik mendorong lahirnya RI 2.0 dengan penemuan tenaga listrik. Zaman ini diramaikan dengan lahirnya industri otomotif pada tahun 1900an. Lahirnya otomatisasi, robot dan komputer kemudian mendorong RI 3.0. Disini, peran manusia makin kecil dan digantikan oleh mesin. Kini, kita tengah memasuki era RI 4.0 yang ditandai dengan teknologi penunjang berbasis IOT, cloud computing, big data, kecerdasan buatan, dan cyber-phycical devices. Society 5.0, menekankan pada kategorisasi cara hidup manusia yang diawali dengan masyarakat berburu...
Read More
Business Beyond Profit

Business Beyond Profit

Written by Sujoko Efferin (Chair of CIIES). Ultimate wisdom leads to the awareness that we are inside the earth and the earth is inside us. We and the Mother Earth are ONE, inseparable and interconnected. There are no us without our environment and vice-versa. Harming our environment will harm our future and civilisation. We need not only material objects to live and to survive, but also happiness. How can we find happiness? Happiness is different from satisfaction. Satisfaction comes from a mental condition in which our desires for our selfish interests are fulfilled. It can’t last long since the sensation of getting external objects will soon perish and we are hungry for more. Hence, satisfaction is just another name of suffering. Our happiness does not depend on the amount of external objects we can collect for our selfish interests but we create it ourselves. To share happiness with others is to cultivate your own happiness. Realising this, you would not let your fortune pass without sharing it in some way. By dedicating our businesses to...
Read More