SURABAYA – Mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi Universitas Surabaya (UBAYA) berhasil lolos seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) 2022 dengan produk bisnis bernama Spirukie. Tim Spirukie mendapatkan bantuan dana pengembangan, pembinaan, dan pelatihan usaha untuk kategori makanan dan minuman dari Kemendikbudristek, Jumat (19/8/2022).

Anggota tim terdiri dari mahasiswa lintas program studi yaitu Tiffany Evelyn Angki, Aurelia Christabella Wincent Oey, dan Angelina Joycelyn Wongkar dari Fakultas Teknobiologi. Sedangkan Amabel Kylia dan Trivia Agatha berasal dari Fakultas Psikologi. Tiffany Evelyn Angki selaku Ketua Tim menyampaikan bahwa Spirukie merupakan singkatan dari spirulina fortune cookies, yaitu snack sehat yang diolah dari bahan dasar spirulina.

Spirulina dikenal sebagai super food karena kandungannya yang dibutuhkan untuk melengkapi gizi yang diperlukan tubuh. Selain sering ditemukan di produk kosmetik, ternyata spirulina sangat bagus sebagai produk pangan karena memiliki kandungan protein dan antioksidan yang cukup tinggi. Beragam manfaat spirulina bagi kesehatan, antara lain memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko penyakit kanker hingga menurunkan tekanan darah tinggi.

“Awalnya kami pesimis mengikuti program P2MW. Namun, dengan adanya dukungan tim UIH (Ubaya InnovAction Hub) dan dosen pembimbing, kami menjadi yakin untuk mencoba mengikuti program P2MW,” ucap Tiffany.

Tiffany mengungkapkan jika Spirukie merupakan hasil produk mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi yang dikelola oleh Ubaya InnovAction Hub (UIH). Adanya mata kuliah ini membantu mahasiswa untuk membuat suatu produk yang memiliki value dan bermanfaat bagi masyarakat. Disamping itu, mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi mengajak mahasiswa untuk bisa belajar bagaimana cara merintis usaha, mendesain produk yang baik, hingga membuat rincian anggaran dalam berwirausaha.

Bantuan dana yang diterima tim Spirukie dari Kemendikbudristek sebesar Rp 10.200.000. Dana tersebut akan dialokasikan 80 persen untuk pengembangan usaha mahasiswa dan 20 persen untuk manajemen pengelolaan bantuan. Rangkaian kegiatan P2MW telah dilaksanakan mulai 20 Juli hingga 30 November 2022.

Saat ini tim Spirukie sedang mengikuti rangkaian kegiatan pengembangan usaha bersama dengan Johan Sukweenadhi, Ph.D. selaku Dosen Pembimbing P2MW 2022. Beberapa waktu lalu, tim Spirukie juga berkunjung dan mendapat workshop secara langsung dari Rudy Hendrata, CEO Madame Chang. Tim Spirukie mendapatkan saran, motivasi, dan kritik mengenai kualitas makanan, desain packaging, serta pemasaran produk.

“Kami berharap mahasiswa mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi semester berikutnya dapat lebih serius mengikuti setiap kegiatan atau materi yang diberikan oleh UIH, karena mata kuliah ini sangat bermanfaat untuk teman-teman yang ingin membangun usaha yang baik bagi masyarakat sekitar. Bukan hanya baik, tetapi membawa perubahan dan dampak positif bagi masyarakat luas,” pesan Tiffany.